Jumat, 09 September 2011

Eksotisme Pulau Sempu

Tidak sebeken Gunung Bromo sih,...tp Objek wisata alam yang satu ini, keistimewaannya sangat unik dan jelas berbeda dari objek-objek wisata lainnya di Jawa Timur.
Pulau Sempu, terletak di Jawa Timur bag. Selatan. tepatnya di Kabupten Malang. Alami, tidak ada bangungan apapun yg berdiri disini..dan tidak berpenghuni..

Kamis, 1 Sept 2011
Persiapan Packing yg ribet,...nunggu si @miendel lah yg lg OTW dr Klaten, si @gembrodh lah yg lupa bawa celana dalem,...tp dr segala keribetan itu kami berhasil take-off dr stasiun Poncol pukul 16:39, terhitung tepat waktu (mungkin menghadapi lebaran)
karena bersamaan dgn Arus mudik, kereta yg kami tumpangi penuh sesak..apalagi kereta yg kami tumpangi adalah kereta dr JKT yg sudah penuh dr sana. alhasil kmi akhirnya duduk di pintu masuk dan sambungan antar gerbong

Saran aja nih ya...duduk di Sambungan gerbong itu bahaya, krn sewaktu kereta ngerem ato belok bisa kejepit di situ...duduk dimana aja deh, yg penting hindari sambungan gerbong, eh di atas gerbong jg bahaya deng...lebih bahaya lagi klo duduk di rel! yaiyalah!

pukul 24:00 kereta tiba di Stasiun
Solo Jebres, kmi pikir bakalan sepi..anggapan kami para pemudik pada turun di Solo..ternyata salah masih rame aja nih kereta...baru jam 02:00 kami dapat tempat duduk, entah di daerah mana kmi ga tau...(ngantuk cuy),

Jam 07:00 tepat kereta sampai di Stasiun Kota Baru Malang...

eh bener loh, baru kali ini merasakan Kereta Ekonomi tepat waktu..biasanya kan kereta Ekonomi paling ngaret..karena musti ngalah ama kereta Bisnis/Eksekutif.

Cus,...begitu keluar dr Stasiun kmi udah disambut rombongan dr Jakarta (@ickisgandi @putririzq + Gun) dengan carter angkot 250rb (sekali jalan), perjalanan 2,5 jam dr Stasiun,...
sumpah! perut serasa di kocok2...jalan-nya cuy, naek turun kelak-kelok..klo kata orang batak nih ye...disana banyak Pohan-pohan, banyak Tobing-tobing,...jalannya pun naik dan Manurung ke bawah. kurang lebih ada 5bukit lah kami lalui...
sampai di Pelabuhan Sendang Biru sekitar pukul 10:20,

tp krn masih nunggu 1 personil lagi kami baru bisa nyebrang ke Pulau Sempu sekitar pukul 14:30. lama ye?? eitss, tp kami2 muter2 dulu broo makan..di sono..makan eskrim lah,..di TPI juga (Tempat Pelelangan Ikan) kmi beli Ikan Cakalang & Cumi2



Penyebrangan ke Pulau Sempu sih cepet, sekitar 5-10 menitan lah...pas kmi nyampe sana kondisi lagi surut


tujuan utama kmi ke Segara Anakan, sebagai bayangan aja, segara anakan adalah tempat favorit disini..dimana kondisinya mirip Pantai tp dikelilingi tembok yg berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, nah di tembok itu terdapat lubang..dimana lewat lubang inilah yg mengisi air laut di Segara Anakan ini,



duhlah...pokoknya its really awesome!!



nah, klo yg atas ini pemandangan Samudra Hindia, dr tebing di atas Pulau Sempu

Minggu, 02 Januari 2011

Merbabu Expedition

Catatan kecil, sblm rencana pendakian saya ke Merbabu (insyaALLOH) februari ntar.

Saya pikir inilah saatnya tubuh ini merasakan dinginnya kabut, merasakan semilirnya angin membelai kuduk, mengendus harumnya cemara-cemara gunung, memandang tepi horizon langit yg dipenuhi arak-arakan awan cumulus yang biasanya hanya bisa kita lihat dari bawah serta menikmati ranumnya edelweis diatas sana. Sungguh kebesaran dan nikmat yang tidak mungkin saya dapatkan jika tidak menjejakkan kaki di atas sana!

Setelah hampir delapan tahun lamanya tidak menapakkan kaki di gunung ini, tiba-tiba terbesit keinginan untuk menjamahnya lagi. gunung yang dua kali saya daki, namun belum pernah sekalipun saya menginjakkan kaki di puncak tertingginya, karena alasan cuaca.
Pendakian pertama Merbabu pertengahan tahun 2003 benar2 pendaki pemula waktu itu. dan jangan sekali2 ditiru, kmi hanya bermodal peralatan seadanya. jas hujan dan senter yang merupakan peralatan wajib, personil kami tidak semua membawanya. ditambah dengan pendakian yang kami lakukan adalah (seringnya) malam hari. kondisi hujan gelap licin dengan penerangan minim, bisa temen-temen bayangkan bagaimana kehebatan kami. (baca: kesombongan) alhasil kami tertatih-tatih di pendakian. banyak yang terpeleset. bahkan salah satu dari kaki personil kmi keseleo. namun hal itu masih bisa dia tahan. benar2 pendakian yang berat.

Baru pertama kali ini kami merasakan ada yang aneh dari tubuh kami. keluar asap dari masing2 tubuh kami, lebih tepatnya Uap. mungkin karena perbedaan suhu yang terjadi. suhu lapangan yang sangat dingin berbanding terbalik suhu badan kami yang gerah karena sangat semangat untuk mendaki. maklumlah, semangat kami terpacu karena memang kami pemula, sehingga yang ada di otak kami hanyalah kata "Puncak". sebenarnya ini sangat tidak baik, pendakian adalah proses bukan hasil akhir, yang terpenting dalam pendakian itu bukan puncak, yang lebih penting adalah perjalananya, proses-nya klo kata salah satu dosen saya. puncak adalah bonus yang layak kita terima ketika telah melalui proses ini.

kami terhenti di Pos III. Pos Watu Gubug. salah satu personil kami tumbang, pingsan. Kami terpaksa berhenti di Pos ini
disini terdapat area yang datar yang memungkinkan kami mendirikan tenda, yang bahkan kami pun tidak membawanya. alhasil kami cuman istirahat beralaskan matras dan berselimut jas hujan. salah satu point penting di pos ini adalah, Pos ini terkenal keramat, terdapat batu besar seukuran mobil, namun ini lebih tinggi. terdapat lubang di batu ini yang bisa dimasuki kurang lebih 3 orang. terdapat sesajen berupa kembang-kembang di ujung lubang itu. cukup membuat merinding bagi pendaki pemula seperti saya. disitu juga dilarang buang air sembarangan.

benar-benar pendakian dan tempat istirahat yang berat, namun apa yang kami peroleh pada pagi harinya adalah benar-benar anugrah yang luar biasa. tepat sebelum matahari terbit, saya baru sadar kalo saya berdiri di atas lautan awan. yang saya maksud benar-benar lautan awan. dan ketika matahari muncul dari bawah awan itu, damn! its so amazing!!

berikut gambar yang diambil dengan kamera film pocket seadanya waktu itu




saya yang pake kaos hitam, bertuliskan komando...waktu itu saya masih kurusan.haha.... :D

Tolong jangan dimakan mentah-mentah dan jangan percaya mata anda