Jumat, 24 Desember 2010

Arung Jeram Sungai Serayu 2

Yup, akhir september 2010 saya melakukan pengarungan saya yang kedua
tetap di sungai ini, Sungai Serayu tapi tanpa sambutan seperti di Arung Jeram Sungai Serayu 1
kli ini biaya membengkak. maklumlah dah 5tahun wajar klo membengkak. kli ini sekitar 250rbu (Pengarungan (160ribu)+Homestay+Makan2x+Dokumentasi+Sewa Mobil+bensin). utk pengarungany sendiri sekitar 160 ribu. ini karena kmi udah kenal dengan mereka jadi kmi selalu dapat keringanan biaya. saya pikir wajarlah untuk rafting level 4-5 dengan tarif 160ribu. lha wong rafting di Elo/Progo aja sekitar 125rbu skarang. so, bwat para pembaca yg budiman yg ingin merasakan Jeram level international dgn biaya layak...PM ane y gan, dgn syarat ane harus ikut pengarungan biar ente bisa murah dapet harganya #Eeaa,...

sampai di basecamp kondisi lokasi dah bener2 berubah.beda ama yg dlu.sekarng lbh nyaman lah pokoknya...pengarungan esok hari, dan seperti pengarungan sebelumnya sarapan dah disediain jd tinggal makan& tancap.
sebelum pengarungan, lagi2 kita harus pengenalan kepada cara rafting, pemakaian alat dan tentu saja prosedur kemanan. its a must my friend. saya yakin kegiatan se-extreme apapun, sebesar apapun resikonya.klo kta menjalaninya sesuai dengan prosedur keamanan kta pasti selamat kok.
2,5 jam kurang lebih kita terombang-ambing d jeram nan seru.hohoho.....
langsung ada deh cekidot segelintir photo2ny...
(klo mo komplit silahkan berkunjung ke TKP

satu hal, dalam arung jeram diperlukan kekompakan. kekompakan dalam mendayung dan menggerakan perahu ke tujuan yang diinginkan...karena kita bersama-sama. kita pasti bisa, dan dibalik semua itu ada proses jeram (kesulitan) yang menyenangkan...
*Edan iku seng nulis ndag aq??





Arung Jeram Sungai Serayu 1

Seru gillak! ga akan pernah kapok klo ngebahas tentang Arung Jeram di sungai Serayu!
awalnya sih dulu sekitar tahun 2005an. kebetulan saya dan teman-teman tergabung dalam ekstrakurikuler argapeta (Keluarga Pecinta Alam)

waktu itu kepengurusan kami, kami dapat mandat dari senior kami untuk meneruskan program Gabpase (Gabungan Pecinta Alam Semarang). lalu kami menyebar surat undangan ke hampir semua Organisasi Sispala (Siswa Pecinta Alam) di Semarang. eh tak disangka respony buanyak! alhasil cman SMA 1 (Sipeas = Siswa Pecinta Alam Satu) + SMA 2 (Sasma Dwi Pala = Siswa SMA 2 Pecinta Alam) yang gabung *hadeehhhh

kumpul demi kumpul ga pake kebo kami lewatin *halah! tiba2 muncul ide entah dari siapa ada yang ngajakin Arung Jeram (selanjutny kta sebut rafting aj ye..biar lebih keren geetooh!). akhirny kmi cari2 info provider yg bisa ngebantu utk menyalurkan hasrat kami...dan akhirny dapet juga salah satu toko penjaja peralatan outdoor bersedia ngebantu kami.
waktu itu tahun 2005an biaya yg dibebankan kepada sekitar 120rbu (dah termasuk transportasi, homestay,welcome drink, makan 2x (iya, 2kali tok! asem!)
120rbu waktu itu bagi saya pribadi kwi ngantem jek! ya iyalah...jaman sekolah,..
(sbnarny terbiasa seh, klo pengen sesuatu jarang minta ortu, dari naek gunung, beli something, rafting, dll pasti usaha nabung dlu. alhasil pasti klo seperti itu bisa bener2 puasa jajan, terkadang klo pas hari H dana kurang mncukupi, terpaksa ngembat duit SPP haha...(jgn ditiru y adek2)

*back to topic
berangkat ke lokasi (Desa Singomerto, kecamatan Sigaluh banjarnegara, Jawa Tengah) jam 2siang klo g salah.sampe disana malem jam 8nan...and tau ga' ini bener2 moment yang sangat special! sumpah bener2 special abizzz...
waktu kta sampe d lokasi, saya liat dari kejauhan itu ada tratak (halah tratak iku tendo seng koyo neng kawinan iku lho dab) dengan lampu yg berbinar-binar *unyu bgt g seh, berbinar-binar?haha*
kmi kira lagi ada yg kimpoian. maklumlah karena kita tamu jadi ya menghormati acara penduduk sekitar,alhasil kta pada turun dari mobil. jalan melewati tratak itu. eh, tak disangka, ternyata acara itu untuk nyambut kita2 para peserta rafting. sumpah! kyk tamu negara bgt kita..kita dapat welcome drink (walopun cman teh botol seh). disambut ama aparat desa setempat, dan parahnya lagi! ada pertunjukan kesenian asli banjarnegara+tarian jg...kita disuruh duduk menikmati pertunjukan dan serunya kita dipersilahkan untuk menari bersama mereka. tentunya penarinya cewek dong #Eeaa,... berasa special ga seh? berasa dongg....
selidik punya selidik, kami adalah orang-orang yang pertama kali arung jeram di situ. *wediannnn...sombong sek ah B-) dan itulah maksud mereka melakukan penyambutan itu dengan harapan kmi membeberkan keunggulan2 yang dimiliki oleh Wisata Serayu Rafting ini.
oh iya, perlu dketahui ada beberapa level arung jeram. contohnya yang ada di Sungai Elo(magelang) dan Progo (jogja klo g salah) itu adalah level 2-3. dan di Serayu ini memiliki level 4-5 (fyi, level 4-5 ini level internasional, dan serayu juga sering d datengin oleh atlet kayak Indonesia, krn terkenal dgn beragam jeram yg ada d sungai ini.

Esok hari kita mulai persiapan utk pengarungan, ga pake mandi (lha ngopo adus,lha wong meh jeguran owk..). sarapan udah tersedia tinggal makan. dannnn...waktunya pengarungan. sebelum pengarungan kita wajib dong pake peralatan sesuai standard prosedur keselamatan dan pemakaian alat. tersedia pelampung+helm+dayung+dan tentunya perahu (max 7orang). g usah khawatir klo dah pake pelampung, pasti akan terapung kok. oh iya, pelampung utk sungai didesain khusus beda dengan pelampung laut biasa. karena karakterisktik sungai yg umumnya berbatu biasanya pelampung sungai di desain ada sandaran kepalanya. yg befungsi agar kepala kita menghadap ke atas. supaya kta tetap dapat bernafas. dan tidak membentur bebatuan.


Setelah pengenalan alat dan cara pemakaianya, tentu saja berdoa demi keselamatan team. satu point yg saya dapat dari instruktur kami, dalam kegiatan outdoor, pentingkan dulu 1. keselamatan diri sendiri 2. keselamatan orang lain 3. keselamatan alat

terkesan egois? benar, tp apa mungkin kta menyelamatkan orang laen dengan kondisi kta sendiri yang tidak aman?
saat pengarungan, pertama kta di ceburin dlu ke sungainya. adaptasi lah bahasa ipa-nya. kta dibiasakan bagaimana terapung yg aman, bagaimana berenang dengan jeram yg deras, dll.
setelah itu benar2 pengarungan kmi dmulai...kmi disuguhkan jeram2 dengan berbagai level. pokokny seru gilaakkk!!! sayang photony cman dikit. maklum termakan usia...

itu saya yang paling depan kiri, pake topi :D

sekian sek ah,..lanjut Arung Jeram Sungai Serayu 2



Sabtu, 11 Desember 2010

[Terharu]Alasan Pelatih Alfred Riedl tidak selebrasi gol

Tau gak sih, kenapa ekspresi-nya Pelatih yang udah beberapa kali jadi pelatih timnas di asia tenggara, seperti Vietnam,Laos,Indonesia.
dingin gitu pas tiap tiap ada gol.
kira2 begini nih



awalnya saya rasa perangainya emang jutek gitu, atau emang wajahnya dari lahir begitu.

ternyata dia itu, masih punya rasa kurang nyaman, kalau mesti "mempermalukan" tim tamu, seperti laos,malaysia.
dibeberapa komentar wawancara pers dia bilang, hanya menduga menang 3-1 atas malaysia (link),
3-0 atas laos(link), dan merasa hasil seri adalah adil saat melawan thailand ((link)
makanya dia diem aja pas ada gol dari Indonesia.


abis itu saya menemukan fakta yang mengejutkan, pas dia masih melatih Vietnam tahun 2007an, dia itu kena penyakit ginjal, sehingga dokter menyarankan transplantasi ginjal, nah pas saat itu,hampir 80 fans sepakbola vietnam menawarkan diri jadi donor ginjal, satu orang dipilih.
dan transplantasi itu sukses. sehingga dia jadi sehat seperti semula

para fans itu hanya ingin memberikan suatu terima kasih, kepada sang pelatih vietnam, yang telah membangkitkan timnas mereka.

makanya itu, sejak saat itu dia merasa selalu berhutang kepada setiap supporter sepakbola, makanya tiap ada gol ke tim lawan, dia cenderung pasif, dan terkadang hanya melakukan selebrasi sekadarnya saja. untuk menjaga perasaan mereka para supporter sepakbola.


salah satu sumber artikelnya dari FIFA.COM, dalam bahasa inggris

Minggu, 28 November 2010

Sejarah Pecinta Alam

Jika saja kita mau melihat ke masa lalu sebetulnya sejarah manusia erat hubungannya dengan alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia masih berburu dan mengumpulkan makanan (meramu), alam adalah tempat tinggal mereka, tempat mereka bergantung dan hidup. Jajaran pegunungan adalah tempat mereka bersandar, lembah padang rumput merupakan tempat mereka berbaring, sungai adalah tempat mereka melepaskan dahaga, dan goa-goa adalah tempat mereka berlindung dari sengatan matahari dan terpaan hujan. Akan tetapi setelah manusia menemukan kebudayaan dan teknologi, alam menjadi seperti barang aneh dan selalu di eksploitasi. Manusia mulai mendirikan bangunan untuk mereka berlindung, manusia mulai menciptakan barang-barang untuk mendapatkan kemudahan dalam hidup mereka walau mereka tak menyadari barang-barang tersebut dapat mencemari alam. Manusia juga menciptakan gedung-gedung bertingkat untuk mengangkat kepala mereka dan menonjolkan keegoisan mereka, hingga pada akhirnya manusia dan alam mengukir sejarahnya sendiri-sendiri. Ketika keduanya bersatu dan saling menghormati kembali, maka saat itulah Sejarah Pecinta Alam dimulai:

Pada sekitar tahun 1492 sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m) di kawasan Vercors Massif. Waktu itu belumlah terlalu jelas apakah mereka ini tergolong sebagai para pendaki gunung yang pertama. Namun beberapa dekade kemudian orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois (sejenis kambing gunung). Mungkin saja mereka ini para pemburu yang mendaki gunung, namun inilah pendakian gunung tertua yang pernah dicatat dalam sejarah. Pada sekitar tahun 1786 puncak gunung tertinggi pertama yang dapat dicapai manusia adalah puncak Mont Blanc (4807 m) di Perancis. Lalu pada tahun 1852 puncak Everest setinggi 8840 meter diketemukan. Orang-orang Nepal menyebutnya Sagarmatha atau menurut orang Tibet menyebutnya Chomolungma. Puncak Everest berhasil dicapai manusia pada tahun 1953 melalui kerjasama Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris. Sejak saat itulah pendakian ke atap-atap dunia semakin ramai.

Di Indonesia sendiri sejarah pendakian gunung dimulai sejak tahun 1623 saat Yan Carstensz menemukan “Pegunungan sangat tinggi di beberapa tempat tertutup salju” di Papua. Nama orang Eropa ini dikemudian hari digunakan untuk salah satu gunung di gugusan Pegunungan Jaya Wijaya yaitu Puncak Carstensz. Pada tanggal 18 Oktober 1953 di Indonesia berdiri sebuah perkumpulan yang diberi nama “Perkumpulan Pentjinta Alam” (PPA). PPA merupakan perkumpulan hobby yang dimaksudkan sebagai suatu kegemaran positif terlepas dari sifat maniak yang semata-mata ingin melepaskan nafsunya dalam corak negatif. Perkumpulan ini bertujuan mengisi kemerdekaan dengan kecintaan terhadap negeri ini selepas masa revolusi yang diwujudkan dengan mencintai alamnya serta memperluas dan mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. Awibowo, salah satu pendiri perkumpulan ini mengusulkan istilah pecinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi.”Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini ?.” Satu kegiatan besar yang pernah diadakan PPA adalah pameran tahun 1954 dalam rangka ulang tahun kota Jogja, mereka membuat taman dan memamerkan foto kegiatan. Mereka juga sempat merenovasi Argodumilah (tempat melihat pemandang di desa Patuk) tepat di jalan masuk Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta. PPA juga sempat menerbitkan majalah “Pecintja Alam” yang terbit bulanan. Namun sayang perkumpulan ini tidak berumur lama, penyebabnya antara lain faktor pergolakan politik dan suasana yang belum terlalu mendukung hingga akhirnya pada tahun 1960 PPA dibubarkan.

Sejarah pecinta alam kampus di Indonesia dimula pada era tahun 1960-1970 an. Pada saat itu kegiatan politik praktis mahasiswa dibatasi dengan dikeluarkannya SK 028/3/1978 tentang Pembekuan Total Kegiatan Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang melahirkan Konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Gagasan mula-mula pendirian Pecinta Alam kampus dikemukakan oleh Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964 ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah bekerja bakti di TMP Kalibata. Sebetulnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Soe Hok Gie sendiri, diilhami oleh organisasi pecinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak Gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak hanya terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat, namun sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua. Setelah berbincang – bincang selama kurang lebih satu jam semua yang hadir antara lain : Soe Hok Gie, Maulana, Koy Gandasuteja, Ratnaesih (kemudian menjadi Ny. Maulana), Edhi Wuryantoro, Asminur Sofyan Udin, D armatin Suryadi, Judi Hidayat Sutarnadi, Wahjono, Endang Puspita, Rahayu,Sutiarti (kemudian menjadi Ny. Judi Hidayat) sepakat untuk membicarakan gagasan tadi pada keesokan harinya di FSUI.

Pada pertemuan kedua yang diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, di depan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu semua yang sudah disebut ditambah Herman O. Lantang yang saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu dicetuskan nama organisasi yang akan lahir itu
IMPALA singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam. Setelah pendapat ditampung akhirnya diputuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA. Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kapan dan dimana IMPALA akan diresmikan. Akan tetapi setelah bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum yaitu Drs. Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata juga menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar merubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Nama ini diberikan oleh Bpk. Moendardjito karena menggangap nama IMPALA terlalu borjuis. MAPALA merupakan singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam, selain itu MAPALA juga memiliki arti berbuah atau berhasil. Dan PRAJNAPARAMITA berarti dewi pengetahuan. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat perlindungan dewi pengetahuan. Ide pencetusan pada saat itu memang didasari oleh faktor politis selain dari hobi individual pengikutnya, dimaksudkan juga untuk mewadahi para mahasiswa yang sudah muak dengan organisasi mahasiswa lain yang sangat berbau politik dan perkembangannya mempunyai iklim yang tidak sedap dalam hubungannya antar organisasi. Sampai akhirnya diresmikanlah organisasi ini pada tanggal 11 desember 1964 dengan peserta mencapai lebih dari 30 orang.

Dalam tulisannya di Bara Eka (13 Maret 1966), Soe Hok Gie mengatakan bahwa, “Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia secara menyeluruh barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik.” Para mahasiswa itu diawali dengan berdirinya Mapala Universitas Indonesia, mencoba menghargai dan menghormati alam dengan menapaki alam mulai dari lautan hingga ke puncak-puncak gunung. Mencoba mencari makna akan hidup yang sebenarnya dan mencoba membuat sejarah bahwa manusia dan alam sekitar mempunyai kaitan yang erat. Sejak saat itulah Pecinta Alam merasuk tak hanya di kampus melainkan ke sekolah-sekolah, ke bilik-bilik rumah ibadah, lorong-lorong bahkan ke dalam jiwa-jiwa bebas yang merindukan pelukan sang alam.

sumber:http://menapakdunia.wordpress.com/20...-pecinta-alam/











Senin, 22 November 2010

Kode Etik Pemuda Pecinta Alam Indonesia

Pecinta alam Indonesia sadar / bahwa alam beserta isinya / adalah ciptaan Tuhan YangMaha Esa //

Pecinta alam Indonesia/ sebagai bagian dari masyarakat Indonesia/ sadar akan tanggung jawab kami/ kepada Tuhan / Bangsa / dan tanah air //

Pecinta alam Indonesia sadar / bahwa pecinta alam / adalah sebagai mahkluk yang mencintai alam / sebagai anugerah yang maha esa //

Tolong jangan dimakan mentah-mentah dan jangan percaya mata anda